Menabung, asuransi, dan investasi merupakan hal yang cukup penting dalam mengatur keuangan keluarga. Kita harus dapat memilah yang mana yang dapat dijadikan prioritas dan tidak menjadi beban keuangan keluarga. Apalagi kalau kita hanya memiliki penghasilan yang pas-pasan.
Terkadang untuk masyarakat awam masih banyak yang beranggapan bahwa menabung di bank itu merupakan salah satu bentuk investasi finansial, begitu juga dengan asuransi. Padahal ketiga hal tersebut berbeda makna dan tujuannya.
Menabung secara harfiah dapat diartikan sebagai menyimpan. Uang yang disimpan atau ditabung seharusnya merupakan kelebihan dari pendapatan setelah dikurangi dengan pengeluaran. Bank sesuai gunsinya menurut peraturan yang berlaku di Indonesia hanya berperan sebagai media penyimpanan uang tersebut.
Investasi yaitu sejumlah pengorbanan ekonomi yang kita lakukan sekarang untuk memperoleh imbalan hasil di masa mendatang. Dengan berinvestasi kita mengharapkan imbalan di masa mendatang, namun bila kita tidak cermat dalam memilih investasi maka bisa jadi pengorbanan ekonomi tersebut menjadi sia-sia dan tidak menghasilkan apapun.
Berbeda dengan investasi, menabung tidak akan mendapatkan imbalan dimasa mendatang. Sehingga nilai nominal yang ada bernilai tetap, namun besar pula kemungkinan bahwa nilai daya beli uang kita menjadi sedikit akibat dari inflasi. Banyak bank yang menawarkan bunga tabungan kompetitif, saya rasa itu hanya permainan marketing untuk menarik minat calon nasabah. Namun, pada dasarnya menyimpan uang dibank akan menghindarkan masyarakat dari resiko kehilangan uang.
Asuransi tidak tergolong ke dalam menabung ataupun investasi. Berdasarkan pengertian asuransi yang sudah pernah kita bahan sebelumya, hanya bersifat proteksi untuk menghindari resiko kerugian yang tidak diinginkan. Jadi, ketika kita berinvestasi, maka kita mengharapkan imbalan yang diinginkan, sedangkan bila kita berasuransi kita ingin menghindarkan resiko yang tidak kita inginkan.
Ada beberapa produk asuransi yang bundling dengan investasi atau orang lebih menyebutnya dengan unit link. Premi yang kita bayarkan akan disalurkan ke asuransi dan investasi sesuai dengan persentase yang telah disepakati di dalam polis asuransi.
Pada perencanaan keuangan keluarga, menabung diharapkan menjalankan peran saving dengan baik. Bilamana kita memerlukan keuangan dengan cepat maka kita dapat mengambilnya ditabungan tanpa menunggu waktu lama, berbeda dengan investasi. Asuransi dalam fungsinya sebagai proteksi diharapkan dapat menanggung resiko kerugian ataupun dampak yang tidak diinginkan. Pilihlah asuransi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak menjadi beban bagi keuangan keluarga anda. Dan investasi diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga anda. Ketiga hal tersebut memiliki peran dan tujuan yang berbeda, dan skala prioritas yang berbeda pula. Pilihlah mana yang lebih dulu anda prioritaskan dengan bijak.
Dalam perencanaan keuangan keluarga saya asuransi harus didahulukan. Anggap saja premi asuransi yang dibayarkan merupakan pengeluaran rutin bulanan. Adapun sisa keungan sekitar 70 persen ditabung untuk mengantisipasi keperluan keuangan yang mendadak. Baru sisanya sebesar 30 persen diinvestasikan dengan bebas tanpa rasa khawatir karena pengeluaran dan antisipasi keuangan keluarga sudah dipenuhi. Prosentase tersebut tidak mutlak, sesuai dengan keadaan pada bulan yang bersangkutan.
Bagaimana dengan anda? Sudahkan anda merancang rencana keuangan anda dengan menabung, asuransi dan investasi? Kalau belum, lakukan segera mungkin sehingga perencanaan keuangan anda akan lebih baik lagi dengan harapan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan hidup keluarga anda.

0 comments
Post a Comment